
kemudian di hari yg dingin itu..
putri itu pun terjatuh, ternyata ia tak mampu meraih istana itu. ia berusaha memanjat namun tembok itu terlalu tinggi dan di tumbuhi tanaman liar, pangeran lagi - lagi diam.
ia tak mau keluar. apakah ia merasa terlalu sempurna untuk sekedar membukakan gerbang.
ia hanya menunggu putri. putri memanggil namun pangeran entah kenapa tak tergerak hatinya untuk keluar . ia hanya bingung harus bagaimana, sang ratu memantau dan sang raja hanya mentertawai sang putri yang sangat bodoh terlalu berharap banyak pada anaknya.
putri mencoba lagi..ua kehabisan tenaga..
hujan mengguyuri tubuhnya. ia berteriak sekencang - kencangnya.
" hey kamu yang mengaku mencintaiku! apakah tidak tergerak hatimu untuk menjemputku?
kenapa tidak kau lawan sekelilingmu untuk ku?
kau tidak melihat betapa aku berjuang untukmu?
lihat tubuhku..lihat mataku..!
aku mohon keluarlah! aku membutuhkanmu untuk melawan pasukan nantinya..
bagaimana aku bisa melawan sendiri ?
begitulah sikap seorang pangeran?!
yang aku tau pangeran itu gagah berani menghadapi semuanya,
ksiah yang ku dengar pangeran itu slalu berjuang untuk kekasihnya, tapi kenapa kamu tidak??!
hey! kamu memiliki semuanya. kenapa begitu angkuhnya kamu hanya sekedar untuk menolongku dan menghargaiku ??apa kamu tidak tau perjalanan menuju istanamu itu sulit??
hey! apa kamu dengar aku?
aku lelah menjumpaimu sembunyi - sembunyi!
memang apa yg membuat sang ratu begitu benci padaku??
hah!
apa yg membuatmu takut hingga sulit sekali menghadapi istanaku??
kita punya cinta bukan ??
knp tidak kita satukan menjadi benteng yang kuat?
knpa km hanya diamm??!"
sang putri berteriak sekencang - kencangnya.
menangis sejadi- jadinya.
namun pangeran tetap diam.
lalu datangah pengawal membawa sebuah pesan.
pesan dari pangeran.
' maafkan aku, aku nampaknya tidak bisa menemuimu,
maaf.
aku tidak dapat melawan apa yg ada di diriku.
aku memang begini adanya. maaf..
aku tidak bisa..
aku terbentuk begini.
maaf.
terima kasih karena telah mencintaiku begitu besarnya..
jaga dirimu baik-baik.
semoga kamu mendapatkan yg lebih baik.
aku menyayangimu dan tidak akan pernah lupa akan semuanya."

sang putri terjatuh lemas.
betapa dinginnya perasaan pangeranku.
ketika sang putri mengingat kembali apa yg terjadi .
itu menyakitkan.
kemana pangeran yg selama ini?
apa yg ada di benaknya? lupakah ia pada semuanya?
apakah ia lupa akan tawa kita bersama??
putri hanya dapat terdiam.
percuma ia berteriak sekencang- kencangnya.
sakit sekali rasanya.
ia telah membuat dirinya sangat hina untuk memperjuangnkan pangeran sejauh ini.
ternyata apa yg putri tunjukkan bukanlah hal yg dapat meluluhkan hati pangeran .
pangeran terlalu pengecut untuk keluar dari istananya.
pengecut.
sang putri masih berusaha ,masih menunggu
tubuhnya lemas.persediaan makanannya habis.
ia akhirnya mengerti.
percuma.
sang putri tubuhnya semakin melemah dan pandangannya gelap.
lalu datanglah pertolongan .

tubuhnya entah di bawa kemana namun rasanya hangat dan aman.
ketika ia membuka matanya ia melihat sesosok pria yang wajahnya terlihat lelah namun ttp berkonsentrasi mengendarai kudanya walaupun nafasnya terengah.
putri melihat ke belakang istana semakin jauh dari pandangan.
sesak sekali rasanya.
ia kembali menegaskan wajah bertopeng itu.
ia merasa sedikit lebih lega karena ia telah terselamatkan.
namun siapa dia?

ketika tiba di sebuah pondok kecil yang damai pria itu membuka topengnya.
ternyata pria itu bukan pangeran.
pria itu yang selalu memandang dari kejauhan ketika sang putri sedamg mencoba menerobos masuk istana, memanjat tembok istana yang begitu kuat.
pria itulah yang di kala malam menaruh apel untuk putri.
yang terkadang mengusap rambut sang putri ketika ia terlelap tidur karena kelelahan di tempat sedingin itu.
pria itu yang sempat membuat pangeran jengkel karena sesekali pangeran mengecek putri di malam hari ketika sang ratu tidur dr dalam istana terlihat sosok pira itu.
menangislah sang putri mendengar pengakuan pria itu
terjatuhlah gelas yang ia genggam.
betapa ia merasa sangat terpukul, mengapa pria itu yang terlihat peduli bukan pangeran yg ia harapkan selama ini.
ternyata ia adalah seorang pangeran yg hidup bersama ibunya dan beberapa utusannya dulu yang tetap setia bersamanya. namun ia harus tinggal di sebuah pondok untuk tetap melanjutkan hidupnya.
pria itu sudah sangat lama tidak kekota untuk mencari seorang gadis.
ia merasa tidak cukup berani dan merasa tidak cukup pantas untuk gadis lain.
ia bahkan tidak tau seperti apa rasanya cinta.
lalu ia bertemu sang putri dlm perjalanannya menuju kota untuk mencari sebuah pekerjaan.
betapa luluh hatinya melihat seorang putri cantik sedang menangis mencoba melewati tembok besar istana namun tidak mampu ia raih.
hatinya tergerak untuk membantu sang putri..ia sedikit mengerti itulah cinta.berkorban dan berjuang.
kemudian putri itu menangis sejadi - jadinya.
ia berkata dalam hatinya ' tuhan mengapa ia hadir disaat aku begitu mengharapkan pangeranku yg tidak berbuat apa- apa. ini sungguh tidak adil untuknya."
lalu pria itu berkata " maaf untuk kelancangan saya masuk dalam kehidupan tuan putri..
saya akam mengantar anda kembali ke istana apabila putri sudah kembali pulih, maafkan saya.."
sang putri menggenggam tangan sang pria dan berkata
" betapa sungguh bersyukur aku bertemu denganmu, apabila tidak mungkin aku akan tergeletak terlalu lama disana, karena percuma pangeran tidak akan menghampiriku.
aku disana untuk cinta.aku disana mengemis untuk cinta.
hinanya aku.
terimakasih sudah menyelamatkanku..karena sungguh kakiku tidak sanggup melangkah lagi.
terimakasih."
pria itu tersenyum dan membawakan gelas kedua untuk sang putri.
sakit rasanya mengingat kembali apa yg terjadi.
'kemana pangeranku?
aku akan disini hingga aku pulih.dan aku akan mencoba berpikir 1000 kali untuk kembali ke istana itu apabila aku sudah pulih.
sungguh aku akan kembali untuk membuktikan aku tak seburuk yg mereka pikir.
dan aku akan membuat pangeran menyesal menyia - nyiakan cintaku.
itu pasti.

aku mencintainya namu aku tak mau buta..tuhann...
No comments:
Post a Comment