sepertinya
semuanya terulang kembali
cinta yang harus berhenti sampai di sini
kurasakan semuanya begitu jelas terasa
bagaimana bisa.. mudah untuk ku melupakannya
tapi kali ini kucoba mengerti..
cinta yang sudah tak mungkin lebih lama lagi ku miliki
bisa ku hadapi semua yang sedang terjadi
terbiasa ku hadapi semuanya sendiri
walaupun ku masih sungguh sangat mencintaimu
harus ku coba melupakannya semua tentang dirimu
tinggalkanmu, pergilah dariku
untuk kali ini ku pasti mengerti
cinta yang sudah tak mungkin
lebih lama lagi ku miliki
semua yang datang pasti beranjak pergi
hanyalah sementara seperti cintamu
seperti cintaku
Monday, August 30, 2010
poor princess
lanjutan kisah si poor princess..

kemudian di hari yg dingin itu..
putri itu pun terjatuh, ternyata ia tak mampu meraih istana itu. ia berusaha memanjat namun tembok itu terlalu tinggi dan di tumbuhi tanaman liar, pangeran lagi - lagi diam.
ia tak mau keluar. apakah ia merasa terlalu sempurna untuk sekedar membukakan gerbang.
ia hanya menunggu putri. putri memanggil namun pangeran entah kenapa tak tergerak hatinya untuk keluar . ia hanya bingung harus bagaimana, sang ratu memantau dan sang raja hanya mentertawai sang putri yang sangat bodoh terlalu berharap banyak pada anaknya.
putri mencoba lagi..ua kehabisan tenaga..
hujan mengguyuri tubuhnya. ia berteriak sekencang - kencangnya.
" hey kamu yang mengaku mencintaiku! apakah tidak tergerak hatimu untuk menjemputku?
kenapa tidak kau lawan sekelilingmu untuk ku?
kau tidak melihat betapa aku berjuang untukmu?
lihat tubuhku..lihat mataku..!
aku mohon keluarlah! aku membutuhkanmu untuk melawan pasukan nantinya..
bagaimana aku bisa melawan sendiri ?
begitulah sikap seorang pangeran?!
yang aku tau pangeran itu gagah berani menghadapi semuanya,
ksiah yang ku dengar pangeran itu slalu berjuang untuk kekasihnya, tapi kenapa kamu tidak??!
hey! kamu memiliki semuanya. kenapa begitu angkuhnya kamu hanya sekedar untuk menolongku dan menghargaiku ??apa kamu tidak tau perjalanan menuju istanamu itu sulit??
hey! apa kamu dengar aku?
aku lelah menjumpaimu sembunyi - sembunyi!
memang apa yg membuat sang ratu begitu benci padaku??
hah!
apa yg membuatmu takut hingga sulit sekali menghadapi istanaku??
kita punya cinta bukan ??
knp tidak kita satukan menjadi benteng yang kuat?
knpa km hanya diamm??!"
sang putri berteriak sekencang - kencangnya.
menangis sejadi- jadinya.
namun pangeran tetap diam.
lalu datangah pengawal membawa sebuah pesan.
pesan dari pangeran.
' maafkan aku, aku nampaknya tidak bisa menemuimu,
maaf.
aku tidak dapat melawan apa yg ada di diriku.
aku memang begini adanya. maaf..
aku tidak bisa..
aku terbentuk begini.
maaf.
terima kasih karena telah mencintaiku begitu besarnya..
jaga dirimu baik-baik.
semoga kamu mendapatkan yg lebih baik.
aku menyayangimu dan tidak akan pernah lupa akan semuanya."

sang putri terjatuh lemas.
betapa dinginnya perasaan pangeranku.
ketika sang putri mengingat kembali apa yg terjadi .
itu menyakitkan.
kemana pangeran yg selama ini?
apa yg ada di benaknya? lupakah ia pada semuanya?
apakah ia lupa akan tawa kita bersama??
putri hanya dapat terdiam.
percuma ia berteriak sekencang- kencangnya.
sakit sekali rasanya.
ia telah membuat dirinya sangat hina untuk memperjuangnkan pangeran sejauh ini.
ternyata apa yg putri tunjukkan bukanlah hal yg dapat meluluhkan hati pangeran .
pangeran terlalu pengecut untuk keluar dari istananya.
pengecut.
sang putri masih berusaha ,masih menunggu
tubuhnya lemas.persediaan makanannya habis.
ia akhirnya mengerti.
percuma.
sang putri tubuhnya semakin melemah dan pandangannya gelap.
lalu datanglah pertolongan .

tubuhnya entah di bawa kemana namun rasanya hangat dan aman.
ketika ia membuka matanya ia melihat sesosok pria yang wajahnya terlihat lelah namun ttp berkonsentrasi mengendarai kudanya walaupun nafasnya terengah.
putri melihat ke belakang istana semakin jauh dari pandangan.
sesak sekali rasanya.
ia kembali menegaskan wajah bertopeng itu.
ia merasa sedikit lebih lega karena ia telah terselamatkan.
namun siapa dia?
ketika tiba di sebuah pondok kecil yang damai pria itu membuka topengnya.
ternyata pria itu bukan pangeran.
pria itu yang selalu memandang dari kejauhan ketika sang putri sedamg mencoba menerobos masuk istana, memanjat tembok istana yang begitu kuat.
pria itulah yang di kala malam menaruh apel untuk putri.
yang terkadang mengusap rambut sang putri ketika ia terlelap tidur karena kelelahan di tempat sedingin itu.
pria itu yang sempat membuat pangeran jengkel karena sesekali pangeran mengecek putri di malam hari ketika sang ratu tidur dr dalam istana terlihat sosok pira itu.
menangislah sang putri mendengar pengakuan pria itu
terjatuhlah gelas yang ia genggam.
betapa ia merasa sangat terpukul, mengapa pria itu yang terlihat peduli bukan pangeran yg ia harapkan selama ini.
ternyata ia adalah seorang pangeran yg hidup bersama ibunya dan beberapa utusannya dulu yang tetap setia bersamanya. namun ia harus tinggal di sebuah pondok untuk tetap melanjutkan hidupnya.
pria itu sudah sangat lama tidak kekota untuk mencari seorang gadis.
ia merasa tidak cukup berani dan merasa tidak cukup pantas untuk gadis lain.
ia bahkan tidak tau seperti apa rasanya cinta.
lalu ia bertemu sang putri dlm perjalanannya menuju kota untuk mencari sebuah pekerjaan.
betapa luluh hatinya melihat seorang putri cantik sedang menangis mencoba melewati tembok besar istana namun tidak mampu ia raih.
hatinya tergerak untuk membantu sang putri..ia sedikit mengerti itulah cinta.berkorban dan berjuang.
kemudian putri itu menangis sejadi - jadinya.
ia berkata dalam hatinya ' tuhan mengapa ia hadir disaat aku begitu mengharapkan pangeranku yg tidak berbuat apa- apa. ini sungguh tidak adil untuknya."
lalu pria itu berkata " maaf untuk kelancangan saya masuk dalam kehidupan tuan putri..
saya akam mengantar anda kembali ke istana apabila putri sudah kembali pulih, maafkan saya.."
sang putri menggenggam tangan sang pria dan berkata
" betapa sungguh bersyukur aku bertemu denganmu, apabila tidak mungkin aku akan tergeletak terlalu lama disana, karena percuma pangeran tidak akan menghampiriku.
aku disana untuk cinta.aku disana mengemis untuk cinta.
hinanya aku.
terimakasih sudah menyelamatkanku..karena sungguh kakiku tidak sanggup melangkah lagi.
terimakasih."
pria itu tersenyum dan membawakan gelas kedua untuk sang putri.
sakit rasanya mengingat kembali apa yg terjadi.
'kemana pangeranku?
aku akan disini hingga aku pulih.dan aku akan mencoba berpikir 1000 kali untuk kembali ke istana itu apabila aku sudah pulih.
sungguh aku akan kembali untuk membuktikan aku tak seburuk yg mereka pikir.
dan aku akan membuat pangeran menyesal menyia - nyiakan cintaku.
itu pasti.

kemudian di hari yg dingin itu..
putri itu pun terjatuh, ternyata ia tak mampu meraih istana itu. ia berusaha memanjat namun tembok itu terlalu tinggi dan di tumbuhi tanaman liar, pangeran lagi - lagi diam.
ia tak mau keluar. apakah ia merasa terlalu sempurna untuk sekedar membukakan gerbang.
ia hanya menunggu putri. putri memanggil namun pangeran entah kenapa tak tergerak hatinya untuk keluar . ia hanya bingung harus bagaimana, sang ratu memantau dan sang raja hanya mentertawai sang putri yang sangat bodoh terlalu berharap banyak pada anaknya.
putri mencoba lagi..ua kehabisan tenaga..
hujan mengguyuri tubuhnya. ia berteriak sekencang - kencangnya.
" hey kamu yang mengaku mencintaiku! apakah tidak tergerak hatimu untuk menjemputku?
kenapa tidak kau lawan sekelilingmu untuk ku?
kau tidak melihat betapa aku berjuang untukmu?
lihat tubuhku..lihat mataku..!
aku mohon keluarlah! aku membutuhkanmu untuk melawan pasukan nantinya..
bagaimana aku bisa melawan sendiri ?
begitulah sikap seorang pangeran?!
yang aku tau pangeran itu gagah berani menghadapi semuanya,
ksiah yang ku dengar pangeran itu slalu berjuang untuk kekasihnya, tapi kenapa kamu tidak??!
hey! kamu memiliki semuanya. kenapa begitu angkuhnya kamu hanya sekedar untuk menolongku dan menghargaiku ??apa kamu tidak tau perjalanan menuju istanamu itu sulit??
hey! apa kamu dengar aku?
aku lelah menjumpaimu sembunyi - sembunyi!
memang apa yg membuat sang ratu begitu benci padaku??
hah!
apa yg membuatmu takut hingga sulit sekali menghadapi istanaku??
kita punya cinta bukan ??
knp tidak kita satukan menjadi benteng yang kuat?
knpa km hanya diamm??!"
sang putri berteriak sekencang - kencangnya.
menangis sejadi- jadinya.
namun pangeran tetap diam.
lalu datangah pengawal membawa sebuah pesan.
pesan dari pangeran.
' maafkan aku, aku nampaknya tidak bisa menemuimu,
maaf.
aku tidak dapat melawan apa yg ada di diriku.
aku memang begini adanya. maaf..
aku tidak bisa..
aku terbentuk begini.
maaf.
terima kasih karena telah mencintaiku begitu besarnya..
jaga dirimu baik-baik.
semoga kamu mendapatkan yg lebih baik.
aku menyayangimu dan tidak akan pernah lupa akan semuanya."

sang putri terjatuh lemas.
betapa dinginnya perasaan pangeranku.
ketika sang putri mengingat kembali apa yg terjadi .
itu menyakitkan.
kemana pangeran yg selama ini?
apa yg ada di benaknya? lupakah ia pada semuanya?
apakah ia lupa akan tawa kita bersama??
putri hanya dapat terdiam.
percuma ia berteriak sekencang- kencangnya.
sakit sekali rasanya.
ia telah membuat dirinya sangat hina untuk memperjuangnkan pangeran sejauh ini.
ternyata apa yg putri tunjukkan bukanlah hal yg dapat meluluhkan hati pangeran .
pangeran terlalu pengecut untuk keluar dari istananya.
pengecut.
sang putri masih berusaha ,masih menunggu
tubuhnya lemas.persediaan makanannya habis.
ia akhirnya mengerti.
percuma.
sang putri tubuhnya semakin melemah dan pandangannya gelap.
lalu datanglah pertolongan .

tubuhnya entah di bawa kemana namun rasanya hangat dan aman.
ketika ia membuka matanya ia melihat sesosok pria yang wajahnya terlihat lelah namun ttp berkonsentrasi mengendarai kudanya walaupun nafasnya terengah.
putri melihat ke belakang istana semakin jauh dari pandangan.
sesak sekali rasanya.
ia kembali menegaskan wajah bertopeng itu.
ia merasa sedikit lebih lega karena ia telah terselamatkan.
namun siapa dia?

ketika tiba di sebuah pondok kecil yang damai pria itu membuka topengnya.
ternyata pria itu bukan pangeran.
pria itu yang selalu memandang dari kejauhan ketika sang putri sedamg mencoba menerobos masuk istana, memanjat tembok istana yang begitu kuat.
pria itulah yang di kala malam menaruh apel untuk putri.
yang terkadang mengusap rambut sang putri ketika ia terlelap tidur karena kelelahan di tempat sedingin itu.
pria itu yang sempat membuat pangeran jengkel karena sesekali pangeran mengecek putri di malam hari ketika sang ratu tidur dr dalam istana terlihat sosok pira itu.
menangislah sang putri mendengar pengakuan pria itu
terjatuhlah gelas yang ia genggam.
betapa ia merasa sangat terpukul, mengapa pria itu yang terlihat peduli bukan pangeran yg ia harapkan selama ini.
ternyata ia adalah seorang pangeran yg hidup bersama ibunya dan beberapa utusannya dulu yang tetap setia bersamanya. namun ia harus tinggal di sebuah pondok untuk tetap melanjutkan hidupnya.
pria itu sudah sangat lama tidak kekota untuk mencari seorang gadis.
ia merasa tidak cukup berani dan merasa tidak cukup pantas untuk gadis lain.
ia bahkan tidak tau seperti apa rasanya cinta.
lalu ia bertemu sang putri dlm perjalanannya menuju kota untuk mencari sebuah pekerjaan.
betapa luluh hatinya melihat seorang putri cantik sedang menangis mencoba melewati tembok besar istana namun tidak mampu ia raih.
hatinya tergerak untuk membantu sang putri..ia sedikit mengerti itulah cinta.berkorban dan berjuang.
kemudian putri itu menangis sejadi - jadinya.
ia berkata dalam hatinya ' tuhan mengapa ia hadir disaat aku begitu mengharapkan pangeranku yg tidak berbuat apa- apa. ini sungguh tidak adil untuknya."
lalu pria itu berkata " maaf untuk kelancangan saya masuk dalam kehidupan tuan putri..
saya akam mengantar anda kembali ke istana apabila putri sudah kembali pulih, maafkan saya.."
sang putri menggenggam tangan sang pria dan berkata
" betapa sungguh bersyukur aku bertemu denganmu, apabila tidak mungkin aku akan tergeletak terlalu lama disana, karena percuma pangeran tidak akan menghampiriku.
aku disana untuk cinta.aku disana mengemis untuk cinta.
hinanya aku.
terimakasih sudah menyelamatkanku..karena sungguh kakiku tidak sanggup melangkah lagi.
terimakasih."
pria itu tersenyum dan membawakan gelas kedua untuk sang putri.
sakit rasanya mengingat kembali apa yg terjadi.
'kemana pangeranku?
aku akan disini hingga aku pulih.dan aku akan mencoba berpikir 1000 kali untuk kembali ke istana itu apabila aku sudah pulih.
sungguh aku akan kembali untuk membuktikan aku tak seburuk yg mereka pikir.
dan aku akan membuat pangeran menyesal menyia - nyiakan cintaku.
itu pasti.

aku mencintainya namu aku tak mau buta..tuhann...
Wednesday, August 25, 2010
mencoba menelaah
lagi iseng-iseng cari tau ttg ganguan bipolar.
karena males ngebookmark. jd taro sini aj deh biar bacanya gampang.hehe
Oleh Dr. Syaiful Anwar, SpKJ, Psikiater RS Advent Medan dan RS Pertamina UP-1 P.Brandan
Setiap tahap perubahan dalam perjalanan hidup manusia senantiasa mendatangkan perasaan tegang atau stres dalam jiwa manusia. Isi perasaan tegang itu tidak saja rasa gembira karena mendapatkan suatu keadaan atau benda yang sejak lama telah diidamkan atau yang sama sekali tidak dinyana, baik yang menggembirakan atau sebaliknya. Perasaan tegang juga timbul karena kecewa mengalami situasi yang sama sekali tak diduga dan tak diharapkan terjadi dalam hidupnya.
Ketegangan Jiwa
Seringkali kita sebagai seorang sahabat mudah sekali memberi dukungan moril dan memberi nasehat agar bersabar kepada rekan yang sedang menderita dukacita, atau bahkan mengucapkan selamat kepada suatu sukses yang baru saja diraihnya. Tapi bagi seseorang yang mengalami sendiri dengan seluruh perasaannya peristiwa perubahan tersebut, tidaklah sederhana proses kejiwaan yang terjadi.
Sebagai contoh peristiwa yang tidak kecil pengaruhnya kepada proses kejiwaan seseorang antara lain disebutkan mulai peristiwa pindah rumah, perkawinan, perceraian, kematian orang disayangi sampai mendapat promosi jabatan dalam karir baik yang telah diperkirakan apalagi yang tidak diduga atau tak diharapkan.
Perasaan gembira dan sedih tertekan (depresif) merupakan ketegangan jiwa yang sama dampaknya menjadikan jiwa manusia bergolak gelombang tidak tenteram seperti sebelumnya satu sampai tiga bulan menurut para ahli. Secara perlahan pergolakan gelombang rasa suka dan duka itu bergulir mulai gelombang kecil sederhana sampai membesar kemudian melandai dan akhirnya mendatar kembali mencapai ketenangan.
Manifestasi klinisnya mulai dari seluruh perhatian tersedot kepada peristiwa baru, mengurang perhatian kepada subjek lain, gangguan kualitas kinerja sampai mengalami kondisi tidak bisa istirahat, gelisah, dan tidak dapat tidur pada malam hari.
Depresif
Gangguan suasana perasaan depresif atau Episode Depresif dulu dikenal sebagai Neurosa depresif, disebut juga gangguan distimik, berada dalam kelompok gangguan suasana perasaan (mood/afektif).
Gambaran utama
Merupakan suatu gangguan suasana perasaan (mood) yang menahun mencakup terdapatnya gangguan alam perasaan yang depressif (tertekan), hilangnya minat atau rasa senang dalam semua segi kegiatan kehidupan, termasuk lenyapnya semangat melakukan semua aktifitas yang disenangi dalam waktu senggangnya. Kondisi gangguan ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu.
Kriteria Diagnostik
1. Selama dua tahun terakhir (satu tahun untuk anak remaja) terganggu hampir seluruh waktunya oleh gejala khas sindroma depresi, tapi tidak termasuk klasifikasi depresi berat (psikosis/gangguan afektif berat).
2. Manifestasi gejala depresi dapat menetap atau muncul-hilang yang diselingi suasana alam perasaan normal untuk individu yang hanya berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu saja. Lama episode kambuh tidak lebih dari satu bulan.
3. Selama episode depresi terdapat gejala alam perasaan (mood) yang sedih, murung, merasa kehilangan semangat, merasa seperti jatuh dalam kesedihan, merasa amat rendah diri. Hilangnya minat dan rasa senang & gembira secara nyata dalam semua kegiatan hidupnya, dan yang biasanya dengan dilakukan dengan gembira mengisi waktu senggangnya.
4. Selama periode depresif terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) gejala dari 13 gejala berikut:
1) Insomnia / tidak bisa tidur atau bahkan hypersomnia / tidur berlebihan
2) Perasaan letih lesu atau mengeluhkan rasa gangguan dan nyeri fisik secara menahun dan beraneka ragam
3) Perasaan kurang/tidak mampu melakukan kegiatan apa saja, merasa rendah diri, mencela diri sendiri
4) Aktivitas dan produktivitas menurun ditempat bekerja, disekolah, dirumah
5) Konsentrasi pemikiran menurun, daya simpan memory merosot, perhatian tidak tajam, kemampuan berpikir jernih lenyap
6) Menarik diri dari pergaulan sosial kemasyarakatan
7) Hilang minat dan kemampuan memanfaatkan waktu senggang untuk menikmati hal-hal yang biasanya disenanginya
8) Irritabilitas / mudah meledak rasa marah yang berlebihan dengan faktor pencetus yang kecil saja, yang biasanya dilampiaskan kepada orang tua atau pengasuh (kasus anak), /orang terdekat disekitarnya
9) Tidak mampu menghayati pujian, penghargaan dengan perasaan senang yang sewajarnya
10) Merosot dorongan berbicara, membicarakan masalah dirinya atau masalah lain, merasa diri lamban atau malah disertai rasa kegelisahan
11) Sikap jiwa pesimis terhadap masa depannya, menyesali berulang ulang peristiwa/kegiatan masa lampau yang telah dikerjakannya, merasa kasihan berlebihan terhadap diri sendiri atau orang lain
12) Mudah sekali menangis, air mata berlinang ketika sedang membicarakan sesuatu hal/kejadian/kegiatan/pengalaman-nya dimasa lampau
13) Pikiran berulang tentang kematian dirinya dengan segala akibat terhadap keluarga yang ditinggalkan, atau muncul gagasan bunuh diri (suicide) dengan alasan dirinya hanya menjadi beban orang lain, atau bahkan muncul ide membunuh keluarga dekatnya sebelum bunuh diri sendiri dengan alasan agar keluarga dekat itu tidak mengalami kesulitan hidup kelak jika dirinya sudah tak ada lagi (homicide).
5. Tidak terdapat ciri psikotik seperti waham, hallusinasi, inkoherensi, atau assosiasi longgar
6. Jika gangguan itu bertumpang tindih dengan gangguan mental sudah ada sebelumnya seperti gangguan Obsesif Kompulsif (Obsessif Compulsif Disorder/OCD) atau ketergantungan Alkohol, manifestasi gejala depresi itu dapat dibedakan dengan jelas dari gambaran afek / alam perasaan sebelumnya, berdasar pada intensitas manifestasi depresi dan pengaruhnya pada kemampuan menjalankan fungsi sehari-hari.
Gambaran Penyerta
Berkaitan dengan faktor usia, manifestasinya mirip dengan gejala gangguan episode depresi berat dengan perkecualian tidak ditemukan gejala waham dan hallusinasi. Gangguan kepribadian sering kali terdapat sebagai latar belakang gangguan ini, biasanya gangguan kepribadian siklotimik (mudah sekali merasa sangat sedih mendalam, tapi secara berperiodik bangkit kembali menjadi perasaan yang amat eforia, oleh faktor yang kecil saja).
Usia Timbul
Bemula sejak awal usia dewasa, yang sering menampilkan corak kepribadian depresif. Dapat bermula pada tahap usia anak dan remaja, usia lanjut, dan setelah mengidap gangguan afektif depresif berat. Perjalanan penyakit diawali oleh fase yang tidak jelas dikenali oleh pasien maupun keluarganya, yang biasanya berlangsung perlahan dan menahun.
Hambatan Kinerja dan Komplikasi
Terjadi hambatan dalam hubungan sosial dan fungsi pekerjaan dalam tahap ringan atau sedang, sesuai dengan kronisitas gangguannya bukan sebab beratnya gejala episode depresinya. Perawatan inap dirumah sakit jarang diperlukan, kecuali kuat sekali ide dan tentamen suicide, atau bertumpang tindih dengan gangguan afektif depresif berat.
Karena sifat gangguan yang menahun itu pengidap memiliki resiko terpancing menjadi penyalahguna zat adiktif. Pada anak dan remaja terjadi gangguan interaksi personal dan sosial dengan teman sebaya dan orang dewasa. Anak penyandang neurosa depresi cenderung bereaksi bersifat negatif terhadap penghargaan, pujian, terhadap hubungan positif dengan sesama anggota kelompok masyarakat, yang bermanifestasi sebagai ledakan rasa marah jengkel yang tidak sewajarnya.
Dalam jangka lama akan berdampak pada kemajuan, prestasi akademik, relasi sosial dan pekerjaan, terutama jika tidak dikelola dengan baik dan kontinu.
Faktor Predisposisi
Adanya gangguan fisik yang kronik, adanya gangguan mental lain seperti gangguan kepribadian atau gangguan afektif yang tidak sembuh sempurna. Pada anak dan remaja yang menjadi faktor predisposisi adalah adanya Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD), Gangguan tingkah laku (Conduct disorder), Retardasi Mental, Gangguan perkembangan spesifik berat (berbahasa, membaca, berhitung, perkembangan motorik spesifik, gangguan perkembangan artikulasi), lingkungan yang tak adekwat, adanya penolakan kehadiran anak dalam keluarga dengan kondisi khususnya baik terselubung maupun terang-terangan. Lebih banyak ditemukan dikalangan wanita dewasa. Dikalangan anak, sama banyak pria dan wanita.
Penyebab
Penyebab gangguan neurosa depresi tidak diketahui dengan pasti. Etiologi secara hipotetis diperbincangkan antara lain karena factor gangguan biologik (termasuk faktor genetik) dan faktor psiko-sosial.
Faktor Biologik
Diduga kuat bahwa norepinephrine dan serotonin adalah dua jenis neurotransmitter yang bertanggung jawab mengendalikan patofisiologi ganguan alam perasaan pada manusia. Pada binatang percobaan. Pemberian antidepressant dalam waktu sekurang kurangnya dua sampai tiga minggu, berkaitan dengan melambatnya penurunan sensitifitas pada receptor post synaptic beta adrenergic dan 5HT2.
Temuan terakhir penelitian biogenic amine menunjukkan dukungan terhadap hipotesa bahwa pada gangguan alam perasaan (mood) pada umumnya, khususnya episode depresif terjadi kekacauan regulasi norepinephrine dan serotonin dijaringan otak yang dapat dikoreksi oleh zat antidepressant dalam jangka waktu dua sampai tiga minggu.
Data imaging jaringan otak yang didapat dari CT scanning, pada penderitra gangguan depresi terdapat pembesaran ventrikel otak. Pada positron emisi tomografi (PET) didapatkan bukti penurunan metabolisme diotak. Studi lain menyebutkan terjadi penurunan aliran darah pada gangguan depresi terutama di basal ganglia.
Dengan mengkombinasikan data dan gejala gangguan klinis depresi dan hasil riset biologik telah mendukung hipotesa bahwa gangguan depresi melibatkan keadaan patologi di limbic sistem, basal ganglia, dan hipothalamus.
Perlu dicatat bahwa terjadinya gangguan neurologik pada basal ganglia dan limbic sistem (terutama cacat exitasi pada belahan yang tak dominan) selalu disertai adanya gejala gangguan depresi. Limbic sistem dan basal ganglia berhubungan sangat erat, hipotesa sekarang menyebutkan produksi alam perasaan berupa emosi depresi dan mania merupakan peranan utama limbic sistem.
Disfungsi hipothalamus berakibat perobahan regulasi tidur, selera makan, dorongan seksual dan memacu perobahan biologi dalam bidang endocrine dan imunologik.
Masalah genetik
Didapatkan fakta bahwa gangguan alam perasaan (mood) baik tipe bipolar (adanya episode manik dan depresi) dan tipe unipolar (hanya depresi saja) memiliki kecenderungan menurun kepada generasinya, berdasar etiologi biologik.
Gangguan bipolar lebih kuat menurun ketimbang unipolar. 50% pasien bipolar mimiliki satu orangtua dengan gangguan alam perasaan/gangguan afektif, yang tersering unipolar (depresi saja). Jika seorang orang tua mengidap gangguan bipolar maka 27% anaknya memiliki resiko mengidap gangguan alam perasaan. Bila kedua orangtua mengidap gangguan bipolar maka 75% anaknya memiliki resiko mengidap gangguan alam perasaan.
Psikososial
Peristiwa traumatic kehidupan dan lingkungan sosial dengan suasana yang menegangkan dapat menjadi kausa gangguan neurosa depresi. Sejumlah data yang kuat menunjukkan kehilangan orangtua sebelum usia 11 tahun dan kehilangan pasangan hidup harmoni dapat memacu serangan awal gangguan neurosa depresi.
Manajemen Klinis
Pasien depresif harus dinilai dengan cermat aspek resiko tinggi seperti kemingkinan melakukan suicide (bunuh diri), homicide (membunuh orang lain sebelum bunuh diri), tak mau makan, kendali kegiatan hidup minimal seharian, yang akan sampai kepada sikap dokter mengklasifikasikan pasien tergolong gangguan/episode yang berat, beresiko tinggi membahayakan dirinya dan orang lain, apakah akan dirawat inap atau rawat jalan saja. Depresi ringan tanpa resiko tinggi, tentu cukup rawat jalan.
Antidepresant
Serangan akut depresi merupakan kondisi yang dengan sukses ditanggulangi 70-80 persen. Dalam pemberian obat pada pasien perlu diingat bahwa depresi adalah proses akibat fenomena biologik dan psikososial, keduanya tetap mendapatkan manfaat besar dengan pemberian obat antidepresant.
Kepada pasien perlu diingatkan bahwa untuk mendapatkan efek yang baik dari obat antidepressant diperlukan penggunaan obat lebih dahulu selama 3-4 minggu, termasuk juga untuk menetapkan suatu obat antidepressant tidak sesuai bagi pasien tertentu.
Sangat bijaksana menjelaskan kepada pasien efek samping yang akan dialami pengguna obat tertentu tapi hal yang sekaligus merupakan bukti bahwa obat itu sedang sedang bekerja dalam tubuh, dan tak perlu cepat dihentikan penggunaannya tanpa saran dokter.
Pasien perlu faham bahwa dampak bagus obat adalah gejala perbaikan pertama yang terlihat berupa perbaikan tidur, timbulnya selesa makan, yang disusul dengan bangkitnya rasa bertenaga. Sedangkan perasaan depresi merupakan gejala yang paling akhir hilangnya.
Perhatikan sejarah penggunaan obat pada pasien dan keluarganya, untuk mewaspadai hal yang tak diingini. Jika tak ada kontraindikasi maka dapat digunakan sebagai salah satu pilihan adalah golongan heterocyclic antidepressant yang diwakili oleh tricyclyc antidepressant.
Tricyclic antidepressant (TCA)
Alasan pemilihan tricyclic antidepressant adalah profile efeknya terutama karena tidak memiliki efek sedasi. Pengobatan yang dapat dinilai hasilnya adalah pemberian tricyclic antidepressant sekurang-kurangnya empat minggu, lebih disukai enam minggu. Jika 6 minggu tak terdapat perobahan yang bermakna perlu dipertimbangkan penggunaan antidepesaant kelompok lain seperti MonoAmino Oxydase Inhibitor (MAIO) atau Electroconvulsive therapy (ECT).
Saat ini dipasar beredar beraneka ragam anti depressant yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan, dengan memperhatikan hasil riset anti depresant terakhir. Sediaan antidepressant yang dapat digunakan : (berdasarkan urutan abjad nama dagang)
1. Amitriptyline HCl
(TCA) Amitriptyline Tab. 25 mg, 50 mg, 75 mg, 100 mg, 150mg 75-200 mg, 2-3 x sehari 50-300 mg Indofarma
2 Fluoxetine HCl
Antiprestin Cap. 10 mg, 20 mg 20-80mg 80 mg Pharos
3 Amoxapine (MAOI)
Asendin Tab. 100 mg 75-200 mg 300 mg Lederle
4 Meclobemide
Aurorix Tab. 150 mg 300-450 mg 450 mg Roche
5 Citalopram
Cipram Tab. 20 mg 10- 60 mg 60 mg Lundbeck
6 Opipramol
di HCl Insidon Tab. 50 mg 50-100 mg 100 mg Novartis
7 Fluoxetine HCl
Kalxetin Cap. 20 mg 20-80 mg 80 mg Kalbe Farma
8 Maprotiline HCl
Ludiomil Tab.10mg,25mg, 50mg,75mg 25-150mg 150mg Novartis
9 Fluvoxamine maleate
Luvox Tab.50mg 50-100mg 300mg Solvay Pharm.
10 Fluoxetine
Nopres Tab.20mg 20-80mg 80mg Dexa Medica
11 Fluoxetine HCl
Prozac Cap.20mg 20-80mg 80mg Lilly
12 Paroxetine HCl
Seroxat Tab.20mg 10-50mg 50mg SmithKline Beechem
13 Tianeptine
Stablon Tab.25mg 25-75mg 75mg Servier
14 Inipramine HCl
Tofranil Tab.25mg 25-200mg 200mg Novartis 15 Trazodone HCl Trazone Tab.50mg,100mg 50-400mg 400mg Kalbe/Angelini
16 Sertraline HCl
Zoloft Tab.50mg 50mg 200mg Pfizer
Kombinasi penggunaan tricyclic antidepressant (kecuali imipramine) dengan MAOI dengan pengawasan sangat hati-hati dapat dicoba dengan dosis awal keduanya rendah, perlahan dinaikkan.
Meski mengandung kontroversi penggunaan ECT dianjurkan kalau diperlukan efek perbaikan lekas untuk menangkal resiko tinggi seperti suicide dan homicide.
Lithium
Garam Lithium (carbonate) merupakan antidepressant yang dianjurkan untuk gangguan depresi bipolar (terdapatnya episode depresi dan mania) dan penderita gangguan depresi. Lithium tidak bersifat sedative, depressant ataupun eforiant, inilah yang membedakannya dari antidepressant lain.
Mekanis aksi lithium mengendalikan alam perasaan belum diketahui, diduga akibat efeknya sebagai membrana biologi. Sifat khas ion lithium dengan ukuran yang amat kecil tersebar melalui membrana biologik, berbeda dari ion Na dan K. Ion lithium menggantikan ion Na mendukung aksi potensial tunggal di sel saraf dan melestarikan membrana potensial itu. Masih belum jelas betul makna interaksi antara lithium (dengan konsentrasi 1 mEq per liter) dan transportasi monovalent atau divalent kation oleh sel saraf.
Aksi lithium disusunan saraf pusat dispekulasikan sebagai merobah distribusi ion didalam sel susunan saraf pusat, perhatian terpusat pada efek konsentrasi ion nya yang rendah dalam metabolisme biogenic amine yang berperanan utama dalam patofisiologi gangguan alam perasaan.
Psikoterapi
Manajemen klinis dilakukan dengan mempertimbangkan faktor dominan kausa gangguan. Jika menonjol dampak aspek ledakan psikososial yang mengacaukan psikodinamik pasien, dilakukan psikoterapi. Jika tak yakin akan bermanfaat penanganan tunggal psikoterapi, dapat disertai pemberian farmakoterapi anti depresant.
Banyak laporan menegaskan bahwa penanganan kombinasi dua tehnik psikoterapi dan farmakoterapi memberikan hasil lebih baik.
Jangan Dianggap Enteng
Setiap gejala depresif yang ditemukan pada seseorang, sebaiknya dokter yang dijumpai atau dimintakan nasehat mediknya, tidak menganggap enteng gangguan ini, apalagi tidak memikirkan untuk mengkonsultasikan kondisi pasien ini kepada pakar psikiatri. Yang memiliki kesadaran bahwa seseorang sangat mungkin mengidap gangguan depresif hanyalah dokter.
Menjadi tanggung jawab profesional dokterlah memberikan pengertian kepada klien dan keluarganya, kondisi gangguan apa yang sedang dihadapi. Tak jarang disangkal oleh penderita dan keluarganya bahwa mereka sedang berhadapan dengan gangguan depresif, sampai terjadi percobaan dan tindakan suicide atau homicide.
Referensi:
1. Alfred Goodman Gilman, Louis S. Goodman, Alfred Gilman : Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics, Sixth Edition, pp.391-447; Macmillan Publishing Co. Inc. New York; 1980.
2. Direktorat Kesehatan Jiwa, Dit Jen Yan Medik Depkes R.I: Pedoman Penggolongan Gangguan Jiwa di Indonesia Edisi II 1983 (Revisi);
3. Harold I.Kaplan, MD. and Benjamin J.Sadock, MD. : Synopsis of Psychiatry Behavioural Sciences Ckinical Psychiatry; pp. 288-303; William & Wilkins Baltimore, 1985.
4. MIMS Indonesia, 1st, 2000. pp.144-145.
karena males ngebookmark. jd taro sini aj deh biar bacanya gampang.hehe
Oleh Dr. Syaiful Anwar, SpKJ, Psikiater RS Advent Medan dan RS Pertamina UP-1 P.Brandan
Setiap tahap perubahan dalam perjalanan hidup manusia senantiasa mendatangkan perasaan tegang atau stres dalam jiwa manusia. Isi perasaan tegang itu tidak saja rasa gembira karena mendapatkan suatu keadaan atau benda yang sejak lama telah diidamkan atau yang sama sekali tidak dinyana, baik yang menggembirakan atau sebaliknya. Perasaan tegang juga timbul karena kecewa mengalami situasi yang sama sekali tak diduga dan tak diharapkan terjadi dalam hidupnya.
Ketegangan Jiwa
Seringkali kita sebagai seorang sahabat mudah sekali memberi dukungan moril dan memberi nasehat agar bersabar kepada rekan yang sedang menderita dukacita, atau bahkan mengucapkan selamat kepada suatu sukses yang baru saja diraihnya. Tapi bagi seseorang yang mengalami sendiri dengan seluruh perasaannya peristiwa perubahan tersebut, tidaklah sederhana proses kejiwaan yang terjadi.
Sebagai contoh peristiwa yang tidak kecil pengaruhnya kepada proses kejiwaan seseorang antara lain disebutkan mulai peristiwa pindah rumah, perkawinan, perceraian, kematian orang disayangi sampai mendapat promosi jabatan dalam karir baik yang telah diperkirakan apalagi yang tidak diduga atau tak diharapkan.
Perasaan gembira dan sedih tertekan (depresif) merupakan ketegangan jiwa yang sama dampaknya menjadikan jiwa manusia bergolak gelombang tidak tenteram seperti sebelumnya satu sampai tiga bulan menurut para ahli. Secara perlahan pergolakan gelombang rasa suka dan duka itu bergulir mulai gelombang kecil sederhana sampai membesar kemudian melandai dan akhirnya mendatar kembali mencapai ketenangan.
Manifestasi klinisnya mulai dari seluruh perhatian tersedot kepada peristiwa baru, mengurang perhatian kepada subjek lain, gangguan kualitas kinerja sampai mengalami kondisi tidak bisa istirahat, gelisah, dan tidak dapat tidur pada malam hari.
Depresif
Gangguan suasana perasaan depresif atau Episode Depresif dulu dikenal sebagai Neurosa depresif, disebut juga gangguan distimik, berada dalam kelompok gangguan suasana perasaan (mood/afektif).
Gambaran utama
Merupakan suatu gangguan suasana perasaan (mood) yang menahun mencakup terdapatnya gangguan alam perasaan yang depressif (tertekan), hilangnya minat atau rasa senang dalam semua segi kegiatan kehidupan, termasuk lenyapnya semangat melakukan semua aktifitas yang disenangi dalam waktu senggangnya. Kondisi gangguan ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu.
Kriteria Diagnostik
1. Selama dua tahun terakhir (satu tahun untuk anak remaja) terganggu hampir seluruh waktunya oleh gejala khas sindroma depresi, tapi tidak termasuk klasifikasi depresi berat (psikosis/gangguan afektif berat).
2. Manifestasi gejala depresi dapat menetap atau muncul-hilang yang diselingi suasana alam perasaan normal untuk individu yang hanya berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu saja. Lama episode kambuh tidak lebih dari satu bulan.
3. Selama episode depresi terdapat gejala alam perasaan (mood) yang sedih, murung, merasa kehilangan semangat, merasa seperti jatuh dalam kesedihan, merasa amat rendah diri. Hilangnya minat dan rasa senang & gembira secara nyata dalam semua kegiatan hidupnya, dan yang biasanya dengan dilakukan dengan gembira mengisi waktu senggangnya.
4. Selama periode depresif terdapat sekurang-kurangnya 3 (tiga) gejala dari 13 gejala berikut:
1) Insomnia / tidak bisa tidur atau bahkan hypersomnia / tidur berlebihan
2) Perasaan letih lesu atau mengeluhkan rasa gangguan dan nyeri fisik secara menahun dan beraneka ragam
3) Perasaan kurang/tidak mampu melakukan kegiatan apa saja, merasa rendah diri, mencela diri sendiri
4) Aktivitas dan produktivitas menurun ditempat bekerja, disekolah, dirumah
5) Konsentrasi pemikiran menurun, daya simpan memory merosot, perhatian tidak tajam, kemampuan berpikir jernih lenyap
6) Menarik diri dari pergaulan sosial kemasyarakatan
7) Hilang minat dan kemampuan memanfaatkan waktu senggang untuk menikmati hal-hal yang biasanya disenanginya
8) Irritabilitas / mudah meledak rasa marah yang berlebihan dengan faktor pencetus yang kecil saja, yang biasanya dilampiaskan kepada orang tua atau pengasuh (kasus anak), /orang terdekat disekitarnya
9) Tidak mampu menghayati pujian, penghargaan dengan perasaan senang yang sewajarnya
10) Merosot dorongan berbicara, membicarakan masalah dirinya atau masalah lain, merasa diri lamban atau malah disertai rasa kegelisahan
11) Sikap jiwa pesimis terhadap masa depannya, menyesali berulang ulang peristiwa/kegiatan masa lampau yang telah dikerjakannya, merasa kasihan berlebihan terhadap diri sendiri atau orang lain
12) Mudah sekali menangis, air mata berlinang ketika sedang membicarakan sesuatu hal/kejadian/kegiatan/pengalaman-nya dimasa lampau
13) Pikiran berulang tentang kematian dirinya dengan segala akibat terhadap keluarga yang ditinggalkan, atau muncul gagasan bunuh diri (suicide) dengan alasan dirinya hanya menjadi beban orang lain, atau bahkan muncul ide membunuh keluarga dekatnya sebelum bunuh diri sendiri dengan alasan agar keluarga dekat itu tidak mengalami kesulitan hidup kelak jika dirinya sudah tak ada lagi (homicide).
5. Tidak terdapat ciri psikotik seperti waham, hallusinasi, inkoherensi, atau assosiasi longgar
6. Jika gangguan itu bertumpang tindih dengan gangguan mental sudah ada sebelumnya seperti gangguan Obsesif Kompulsif (Obsessif Compulsif Disorder/OCD) atau ketergantungan Alkohol, manifestasi gejala depresi itu dapat dibedakan dengan jelas dari gambaran afek / alam perasaan sebelumnya, berdasar pada intensitas manifestasi depresi dan pengaruhnya pada kemampuan menjalankan fungsi sehari-hari.
Gambaran Penyerta
Berkaitan dengan faktor usia, manifestasinya mirip dengan gejala gangguan episode depresi berat dengan perkecualian tidak ditemukan gejala waham dan hallusinasi. Gangguan kepribadian sering kali terdapat sebagai latar belakang gangguan ini, biasanya gangguan kepribadian siklotimik (mudah sekali merasa sangat sedih mendalam, tapi secara berperiodik bangkit kembali menjadi perasaan yang amat eforia, oleh faktor yang kecil saja).
Usia Timbul
Bemula sejak awal usia dewasa, yang sering menampilkan corak kepribadian depresif. Dapat bermula pada tahap usia anak dan remaja, usia lanjut, dan setelah mengidap gangguan afektif depresif berat. Perjalanan penyakit diawali oleh fase yang tidak jelas dikenali oleh pasien maupun keluarganya, yang biasanya berlangsung perlahan dan menahun.
Hambatan Kinerja dan Komplikasi
Terjadi hambatan dalam hubungan sosial dan fungsi pekerjaan dalam tahap ringan atau sedang, sesuai dengan kronisitas gangguannya bukan sebab beratnya gejala episode depresinya. Perawatan inap dirumah sakit jarang diperlukan, kecuali kuat sekali ide dan tentamen suicide, atau bertumpang tindih dengan gangguan afektif depresif berat.
Karena sifat gangguan yang menahun itu pengidap memiliki resiko terpancing menjadi penyalahguna zat adiktif. Pada anak dan remaja terjadi gangguan interaksi personal dan sosial dengan teman sebaya dan orang dewasa. Anak penyandang neurosa depresi cenderung bereaksi bersifat negatif terhadap penghargaan, pujian, terhadap hubungan positif dengan sesama anggota kelompok masyarakat, yang bermanifestasi sebagai ledakan rasa marah jengkel yang tidak sewajarnya.
Dalam jangka lama akan berdampak pada kemajuan, prestasi akademik, relasi sosial dan pekerjaan, terutama jika tidak dikelola dengan baik dan kontinu.
Faktor Predisposisi
Adanya gangguan fisik yang kronik, adanya gangguan mental lain seperti gangguan kepribadian atau gangguan afektif yang tidak sembuh sempurna. Pada anak dan remaja yang menjadi faktor predisposisi adalah adanya Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD), Gangguan tingkah laku (Conduct disorder), Retardasi Mental, Gangguan perkembangan spesifik berat (berbahasa, membaca, berhitung, perkembangan motorik spesifik, gangguan perkembangan artikulasi), lingkungan yang tak adekwat, adanya penolakan kehadiran anak dalam keluarga dengan kondisi khususnya baik terselubung maupun terang-terangan. Lebih banyak ditemukan dikalangan wanita dewasa. Dikalangan anak, sama banyak pria dan wanita.
Penyebab
Penyebab gangguan neurosa depresi tidak diketahui dengan pasti. Etiologi secara hipotetis diperbincangkan antara lain karena factor gangguan biologik (termasuk faktor genetik) dan faktor psiko-sosial.
Faktor Biologik
Diduga kuat bahwa norepinephrine dan serotonin adalah dua jenis neurotransmitter yang bertanggung jawab mengendalikan patofisiologi ganguan alam perasaan pada manusia. Pada binatang percobaan. Pemberian antidepressant dalam waktu sekurang kurangnya dua sampai tiga minggu, berkaitan dengan melambatnya penurunan sensitifitas pada receptor post synaptic beta adrenergic dan 5HT2.
Temuan terakhir penelitian biogenic amine menunjukkan dukungan terhadap hipotesa bahwa pada gangguan alam perasaan (mood) pada umumnya, khususnya episode depresif terjadi kekacauan regulasi norepinephrine dan serotonin dijaringan otak yang dapat dikoreksi oleh zat antidepressant dalam jangka waktu dua sampai tiga minggu.
Data imaging jaringan otak yang didapat dari CT scanning, pada penderitra gangguan depresi terdapat pembesaran ventrikel otak. Pada positron emisi tomografi (PET) didapatkan bukti penurunan metabolisme diotak. Studi lain menyebutkan terjadi penurunan aliran darah pada gangguan depresi terutama di basal ganglia.
Dengan mengkombinasikan data dan gejala gangguan klinis depresi dan hasil riset biologik telah mendukung hipotesa bahwa gangguan depresi melibatkan keadaan patologi di limbic sistem, basal ganglia, dan hipothalamus.
Perlu dicatat bahwa terjadinya gangguan neurologik pada basal ganglia dan limbic sistem (terutama cacat exitasi pada belahan yang tak dominan) selalu disertai adanya gejala gangguan depresi. Limbic sistem dan basal ganglia berhubungan sangat erat, hipotesa sekarang menyebutkan produksi alam perasaan berupa emosi depresi dan mania merupakan peranan utama limbic sistem.
Disfungsi hipothalamus berakibat perobahan regulasi tidur, selera makan, dorongan seksual dan memacu perobahan biologi dalam bidang endocrine dan imunologik.
Masalah genetik
Didapatkan fakta bahwa gangguan alam perasaan (mood) baik tipe bipolar (adanya episode manik dan depresi) dan tipe unipolar (hanya depresi saja) memiliki kecenderungan menurun kepada generasinya, berdasar etiologi biologik.
Gangguan bipolar lebih kuat menurun ketimbang unipolar. 50% pasien bipolar mimiliki satu orangtua dengan gangguan alam perasaan/gangguan afektif, yang tersering unipolar (depresi saja). Jika seorang orang tua mengidap gangguan bipolar maka 27% anaknya memiliki resiko mengidap gangguan alam perasaan. Bila kedua orangtua mengidap gangguan bipolar maka 75% anaknya memiliki resiko mengidap gangguan alam perasaan.
Psikososial
Peristiwa traumatic kehidupan dan lingkungan sosial dengan suasana yang menegangkan dapat menjadi kausa gangguan neurosa depresi. Sejumlah data yang kuat menunjukkan kehilangan orangtua sebelum usia 11 tahun dan kehilangan pasangan hidup harmoni dapat memacu serangan awal gangguan neurosa depresi.
Manajemen Klinis
Pasien depresif harus dinilai dengan cermat aspek resiko tinggi seperti kemingkinan melakukan suicide (bunuh diri), homicide (membunuh orang lain sebelum bunuh diri), tak mau makan, kendali kegiatan hidup minimal seharian, yang akan sampai kepada sikap dokter mengklasifikasikan pasien tergolong gangguan/episode yang berat, beresiko tinggi membahayakan dirinya dan orang lain, apakah akan dirawat inap atau rawat jalan saja. Depresi ringan tanpa resiko tinggi, tentu cukup rawat jalan.
Antidepresant
Serangan akut depresi merupakan kondisi yang dengan sukses ditanggulangi 70-80 persen. Dalam pemberian obat pada pasien perlu diingat bahwa depresi adalah proses akibat fenomena biologik dan psikososial, keduanya tetap mendapatkan manfaat besar dengan pemberian obat antidepresant.
Kepada pasien perlu diingatkan bahwa untuk mendapatkan efek yang baik dari obat antidepressant diperlukan penggunaan obat lebih dahulu selama 3-4 minggu, termasuk juga untuk menetapkan suatu obat antidepressant tidak sesuai bagi pasien tertentu.
Sangat bijaksana menjelaskan kepada pasien efek samping yang akan dialami pengguna obat tertentu tapi hal yang sekaligus merupakan bukti bahwa obat itu sedang sedang bekerja dalam tubuh, dan tak perlu cepat dihentikan penggunaannya tanpa saran dokter.
Pasien perlu faham bahwa dampak bagus obat adalah gejala perbaikan pertama yang terlihat berupa perbaikan tidur, timbulnya selesa makan, yang disusul dengan bangkitnya rasa bertenaga. Sedangkan perasaan depresi merupakan gejala yang paling akhir hilangnya.
Perhatikan sejarah penggunaan obat pada pasien dan keluarganya, untuk mewaspadai hal yang tak diingini. Jika tak ada kontraindikasi maka dapat digunakan sebagai salah satu pilihan adalah golongan heterocyclic antidepressant yang diwakili oleh tricyclyc antidepressant.
Tricyclic antidepressant (TCA)
Alasan pemilihan tricyclic antidepressant adalah profile efeknya terutama karena tidak memiliki efek sedasi. Pengobatan yang dapat dinilai hasilnya adalah pemberian tricyclic antidepressant sekurang-kurangnya empat minggu, lebih disukai enam minggu. Jika 6 minggu tak terdapat perobahan yang bermakna perlu dipertimbangkan penggunaan antidepesaant kelompok lain seperti MonoAmino Oxydase Inhibitor (MAIO) atau Electroconvulsive therapy (ECT).
Saat ini dipasar beredar beraneka ragam anti depressant yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan, dengan memperhatikan hasil riset anti depresant terakhir. Sediaan antidepressant yang dapat digunakan : (berdasarkan urutan abjad nama dagang)
1. Amitriptyline HCl
(TCA) Amitriptyline Tab. 25 mg, 50 mg, 75 mg, 100 mg, 150mg 75-200 mg, 2-3 x sehari 50-300 mg Indofarma
2 Fluoxetine HCl
Antiprestin Cap. 10 mg, 20 mg 20-80mg 80 mg Pharos
3 Amoxapine (MAOI)
Asendin Tab. 100 mg 75-200 mg 300 mg Lederle
4 Meclobemide
Aurorix Tab. 150 mg 300-450 mg 450 mg Roche
5 Citalopram
Cipram Tab. 20 mg 10- 60 mg 60 mg Lundbeck
6 Opipramol
di HCl Insidon Tab. 50 mg 50-100 mg 100 mg Novartis
7 Fluoxetine HCl
Kalxetin Cap. 20 mg 20-80 mg 80 mg Kalbe Farma
8 Maprotiline HCl
Ludiomil Tab.10mg,25mg, 50mg,75mg 25-150mg 150mg Novartis
9 Fluvoxamine maleate
Luvox Tab.50mg 50-100mg 300mg Solvay Pharm.
10 Fluoxetine
Nopres Tab.20mg 20-80mg 80mg Dexa Medica
11 Fluoxetine HCl
Prozac Cap.20mg 20-80mg 80mg Lilly
12 Paroxetine HCl
Seroxat Tab.20mg 10-50mg 50mg SmithKline Beechem
13 Tianeptine
Stablon Tab.25mg 25-75mg 75mg Servier
14 Inipramine HCl
Tofranil Tab.25mg 25-200mg 200mg Novartis 15 Trazodone HCl Trazone Tab.50mg,100mg 50-400mg 400mg Kalbe/Angelini
16 Sertraline HCl
Zoloft Tab.50mg 50mg 200mg Pfizer
Kombinasi penggunaan tricyclic antidepressant (kecuali imipramine) dengan MAOI dengan pengawasan sangat hati-hati dapat dicoba dengan dosis awal keduanya rendah, perlahan dinaikkan.
Meski mengandung kontroversi penggunaan ECT dianjurkan kalau diperlukan efek perbaikan lekas untuk menangkal resiko tinggi seperti suicide dan homicide.
Lithium
Garam Lithium (carbonate) merupakan antidepressant yang dianjurkan untuk gangguan depresi bipolar (terdapatnya episode depresi dan mania) dan penderita gangguan depresi. Lithium tidak bersifat sedative, depressant ataupun eforiant, inilah yang membedakannya dari antidepressant lain.
Mekanis aksi lithium mengendalikan alam perasaan belum diketahui, diduga akibat efeknya sebagai membrana biologi. Sifat khas ion lithium dengan ukuran yang amat kecil tersebar melalui membrana biologik, berbeda dari ion Na dan K. Ion lithium menggantikan ion Na mendukung aksi potensial tunggal di sel saraf dan melestarikan membrana potensial itu. Masih belum jelas betul makna interaksi antara lithium (dengan konsentrasi 1 mEq per liter) dan transportasi monovalent atau divalent kation oleh sel saraf.
Aksi lithium disusunan saraf pusat dispekulasikan sebagai merobah distribusi ion didalam sel susunan saraf pusat, perhatian terpusat pada efek konsentrasi ion nya yang rendah dalam metabolisme biogenic amine yang berperanan utama dalam patofisiologi gangguan alam perasaan.
Psikoterapi
Manajemen klinis dilakukan dengan mempertimbangkan faktor dominan kausa gangguan. Jika menonjol dampak aspek ledakan psikososial yang mengacaukan psikodinamik pasien, dilakukan psikoterapi. Jika tak yakin akan bermanfaat penanganan tunggal psikoterapi, dapat disertai pemberian farmakoterapi anti depresant.
Banyak laporan menegaskan bahwa penanganan kombinasi dua tehnik psikoterapi dan farmakoterapi memberikan hasil lebih baik.
Jangan Dianggap Enteng
Setiap gejala depresif yang ditemukan pada seseorang, sebaiknya dokter yang dijumpai atau dimintakan nasehat mediknya, tidak menganggap enteng gangguan ini, apalagi tidak memikirkan untuk mengkonsultasikan kondisi pasien ini kepada pakar psikiatri. Yang memiliki kesadaran bahwa seseorang sangat mungkin mengidap gangguan depresif hanyalah dokter.
Menjadi tanggung jawab profesional dokterlah memberikan pengertian kepada klien dan keluarganya, kondisi gangguan apa yang sedang dihadapi. Tak jarang disangkal oleh penderita dan keluarganya bahwa mereka sedang berhadapan dengan gangguan depresif, sampai terjadi percobaan dan tindakan suicide atau homicide.
Referensi:
1. Alfred Goodman Gilman, Louis S. Goodman, Alfred Gilman : Goodman and Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics, Sixth Edition, pp.391-447; Macmillan Publishing Co. Inc. New York; 1980.
2. Direktorat Kesehatan Jiwa, Dit Jen Yan Medik Depkes R.I: Pedoman Penggolongan Gangguan Jiwa di Indonesia Edisi II 1983 (Revisi);
3. Harold I.Kaplan, MD. and Benjamin J.Sadock, MD. : Synopsis of Psychiatry Behavioural Sciences Ckinical Psychiatry; pp. 288-303; William & Wilkins Baltimore, 1985.
4. MIMS Indonesia, 1st, 2000. pp.144-145.

rasa sesak itu.
rasa sakit itu.
rasa hampa itu.
rasa ituu..
aku tau itu apa..
tidak ada obatnya..karna obatnya sudah kadaluarsa.
tidak bisa aku gunakan kembali.
akulah dampak dari masa lalu yg buruk.
akulah dampak dari cinta yg berharap akan seperti dongeng,
akulah dampak dari cinta yang terlarang,
akulah dampak dari harapan kosong.
akulah dampak dari cinta beda dunia.
akulah dampak dari penyesalan.
akulah dampak dari keringkihan bocah bodoh.
akulah dampak dari ketegasan keluarga dan kekakuan sikapnya.
akulah dampak dari obat2n yang katanya akan membuatku bertahan hidup.
akulah dampak dari pengekangan hidup.
akulah dampak dari penindasan teman.
akulah dampak dari krisis keungan dunia.
akulah dampak dari terhambatnya kreatifitas.
akulah dampak dari mirisnya harapan.
akulah dampak dari tuntutan hidup.
akulah dampak dari kesalahan dokter.
akulah dampak dari hinanya memohon.
itulah aku yang harus siap menghadapi itu semua.
ini bukan sepenuhnya salah ku..
ini garis tuhan yg harus siap aku jalani.
appun itu
sekalipun waktuku tak banyak.
aku hanya mendoakan mereka yg tlah memberiku dampak itu.
Tuesday, August 17, 2010
adiit birthday
Friday, August 6, 2010

biar aku sentuhmu berikanku rasa itu
pelukmu yang dulu pernah buatku
ku tak bisa paksamu tuk tinggal di sisiku
walau kau yang selalu sakiti aku dengan perbuatanmu
namun sudah kau pergilah jangan kau sesali
karena ku sanggup walau ku tak mau
berdiri sendiri tanpamu
aku mau kau tak usah ragu tinggalkan aku
kalau memang harus begitu
tak yakin ku kan mampu hapus rasa sakitku
ku selalu perjuangkan cinta kita namun apa salahku
hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu
dan..nampaknya..
kelabilan saya harus segera di hentikan,
yah wajarlah ya..namanya juga masih syndrom awal2..smoga cepat berakhir kelabilan ini :(

aku yakin tuhan punya rencana yg lebih indah..
someday..
someday..
Subscribe to:
Posts (Atom)









